Mahkamah Advokat Indonesia

Tangerang (VARIA ADVOKAT), 08 Oktober 2021- Timbulnya Organisasi Advokat yang ada sekarang menjadikan wadah Profesi Advokat semakin terkotak-kotak dengan asal-usul organisasi masing-masing, mau tidak mau setiap Advokat ingin merasa organisasinya lebih diunggulkan dan seolah-olah menjadi sebutan tersendiri Advokat dengan asal organisasi yang mereka naungi.

Untuk mengembalikan kondisi dan marwah Organisasi Advokat sesuai mandatory Undang undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003 agar membentuk dan mendirikan Mahkamah Advokat Indonesia sebagaimana dimaksud sistim Multi Bar aquo ;

Multi Bar adalah menghargai perbedaan dan mengakomodir demokratisasi, masa lalu yg gelap yang mengkerdilkan insan hukum “advokat” Indonesia melalui pembungkaman semesta atas kemerdekaan profesi yang dikuasai dan dimonopoli serta dibelenggu oleh tirani ambisi menuju kompromisitas hukum dalam bentuk SINGLE BAR.

Apabila kemudian dibuat kembali menjadi single-bar adalah suatu kemunduran yang mana secara jelas menumpulkan sisi ketajaman hukum dalam penegakan dan keberpihakan hak bagi pencari keadilan.

Multi Bar adalah sebuah proses kemajuan dan perkembangan peradaban hukum modern; Kembali ke Single Bar adalah suatu kemunduran dan pengingkaran absolut terhadap kemajuan peradaban hukum di era milenial.

(Advokat Yohanes Saman, Anggota PERADIN BANTEN – KABUPATEN TANGERANG)

3 Comments on “Mahkamah Advokat Indonesia”

  1. Maju terus PERADIN sebagai wadah pembela kebenaran yg hadir di seluruh penjuru negeri Indonesia tanpa membuat perbedaan terhadap yg mau di bela, dunia Advokat kita kembali kan pada marwah yg sesungguhnya 🤝🤝

  2. Organisasi Advokat dengan system Multi Bar adalah wujud dari Kebebasan Berorganisasi, berekpresi dan mengungkapkan pendapat sebagaimana yg diamanatkan UUD 1945.
    Sedangkan system Single Bar adalah bentuk mengkebiri kebebasan individu untuk dapat melakukan perbuatan baik demi tercapainya rasa keadilan di hadapan hukum bagi masyarakat Indonesia.
    Sehingga demi menjaga marwah Advokat system Multi Bar adalah pilihan terbaik, tentu dari masing-masing OA diperlukan perbaikan pada system internal OA dan evaluasi berkala untuk seluruh Anggota (advokat) agar Qualitasnya dihadapan Masyarakat Indonesia senantiasa baik.

  3. Pemahaman saya tentang single bar itu hanya berlaku untuk organisasi Advokat yg memiliki banyak nama, seperti Peradi ada empat, KAI ada tiga, Peradin ada dua dan lainnya. OA yang memiliki lebih dari satu nama inilah yang perlu melebur diri menjadi Single Bar, sementara OA yang namanya hanya satu saja tetap bisa beroperasional sebagaimana mestinya sepanjang sudah memenuhi legalitas yg dipersyaratkan Undang-Undang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *